RECENT

RENUNGAN HARIAN

Friday, 23 October 2009

Menang Atas Masalah

Filipi 4:12-13

"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" (Filipi 4:13)

Ada seorang ibu yang melahirkan sepasang anak kembar berjenis kelamin perempuan. Karena sudah memiliki banyak anak, mengalami kesulitan ekonomi, dan dililit hutang, pasangan muda ini dengan berat hati menyerahkan kedua anak kembarnya ke orang tua yang berbeda. Yang seorang diserahkan ke sebuah keluarga yang sederhana, sedangkan yang lain diberikan kepada keluarga yang cukup berada. Mereka dibesarkan di dua kota yang berbeda. Ketika menginjak remaja, mereka bertemu satu sama lain. Pertemuan itu ternyata menimbulkan masalah. Yang seorang merasa puas dengan dirinya sendiri, bisa berprestasi dan mengucap syukur atas apa yang terjadi di dalam hidupnya. Sebaliknya, saudara kembarnya justru merasa jengkel dengan dirinya sendiri, dengan kedua orang tua kandungnya, dan dengan kedua orang tua angkatnya. Dia bahkan kecewa kepada Tuhan karena merasa tidak mendapatkan orang tua sekaya saudara kembarnya.
Kekasih Tuhan, minimal sekali dalam hidupnya, manusia pernah bertanya atau bahkan mempertanyakan Tuhan mengapa aku dilahirkan di tempat seperti ini, dari orang tua yang begini, dibesarkan dalam lingkungan yang tidak bergengsi. Kita memang tidak bisa memilih untuk dilahirkan pada waktu yang kita inginkan, di tempat yang kita dambakan, dari pasangan yang kita idamkan. Namun, kita bisa memilih untuk memompa diri kita keluar dari kepompong keterbatasan dan terbang tinggi serta menikmati langit kebebasan. Tuhan yang kita miliki tidak bisa dibatasi oleh keadaan. Kita memang terbatas, tetapi Tuhan tidak terbatas. Kita memang tidak sempurna, tetapi Tuhanlah yang menyempurnakan kita.
Kekasih Tuhan, dengan landasaan berpikir seperti itu, setiap kita menghadapi persoalan, kita tidak lagi berkata, “Oh Tuhan, aku mendapat masalah besar.” Sebaliknya, kita bisa berkata, “Ah masalah, aku memiliki Tuhan yang besar.”
Bereaksi positif maupun negative adalah suatu pilihan. Jika energy yang kita keluarkan untuk bereaksi positif maupun negative sama besarnya, mengapa kita tidak memilih berpikir positif dan menang atas keadaan.
Orang yang kalah bukanlah orang yang tidak pernah mengalami masalah dan kegagalan. Orang yang kalah adalah orang yang menyerah kalah saatu masalah datang menyerangnya.
Orang yang menang adalah orang yang meskipun ditimpa oleh berbagai masalah dan persoalan, tetapi tidak pernah terbersit di pikirannya untuk menyerah kalah. Orang yang menang adalah orang yang berani menghadapi masalah, mencoba memandang masalah dari sisi positif dan mengalahkannya dengan kekuatan doa dan iman.

DOA:
Bapa, aku mengucap syukur karena Engkaulah Pribadi yang memberiku kekuatan untuk menghadapi setiap masalah yang datang silih berganti

Comment

RESOURCES